SMPN 9 Kota Bima melaksanakan Inovasi Program Literasi "SAJAM SIMISARAKA GEN Z"


Salah satu indikator yang menjadi acuan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) adalah Programme for International Student Assessment (PISA). PISA sebagai metode penilaian internasional merupakan indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat, peringkat nilai PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 adalah: Membaca (peringkat 72 dari 77 negara), Matematika (Peringkat  72 dari 78 negara), dan Sains (peringkat 70 dari 78 negara). Nilai PISA Indonesia juga cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penggantian Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum, yang nantinya akan berfokus pada literasi, numerasi, pendidikan karakter.

Kebijakan Merdeka Belajar yang diampu Mendikbud Nadiem Makarim sebelum terjadi pandemi, yang hendak menguatkan literasi dan numerasi peserta didik, menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Program Sekolah Penggerak, episode ke-7 Merdeka Belajar, meletakkan orientasi pembelajaran pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter siswa sesuai nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas.

Program literasi dan numerasi, penumbuhan karakter, dan kecakapan abad 21, menjadi program yang sangat penting dilakukan setiap satuan pendidikan, begitu juga dengan SMPN 9 Kota Bima. Selain itu SMPN 9 Kota Bima menyadari bahwa siswa adalah generasi Z, dimana mereka adalah generasi yang lahir di rentang tahun 1996 sampai 2010. Generasi Z (Gen Z) didefinisikan sebagai generasi yang tumbuh dengan teknologi internet dan media sosial. Karakteristik tersebut menjadikan mereka sebagai pecandu teknologi.

Oleh karena itu SMP Negeri 9 Kota Bima mulai tahun ajaran baru 2021/2022 ini menggagas sebuah Inovasi baru yaitu suatu program yang akan menjadi gerakan kontinyu warga sekolah dalam rangka membina karakter, literasi dan numerasi secata terpadu (Literasi Qur’ani, Literasi Numerasi Baca Tulis, Literasi Numerasi, Literasi Sains, Literasi Digital, Literasi Budaya, Literasi Finansial) selama satu Jam yaitu Jam 07.10 sampai dengan 07.50 setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kegiatan ini memanfaatkan ruang digital pada media sosial seperti youtube, tik tok, aplikasi pembuatan video animasi seperti plotagon dan lainnya sebagai media dan sumber belajar yang dekat dan menyenangkan bagi murid. Aktivitas sederhana yang dilakukan dalam kegiatan ini misalnya seluruh siwa aktif menonton video materi dari media sosial, selanjutnya mereka melaksanakan kegiatan literasi menulis dan membaca dan jenis literasi lainnya dengan menulis review, pesan yang disampaikan cerita atau puisi dalam video, point-point materi, tahapan-tahapan penggunaan/pelaksanaan, serta kesimpulan. Tulisan siswa tersebut dikumpulkan dan beberapa siswa diberikan kesempatan mempresentasikannnya di depan teman-temannya. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan level kemampuan literasi dan numerasi siswa SMPN 9 Kota Bima.

SAJAM SIMISARAKA memiliki makna secara filosofis yang mengandung kearifan lokal yaitu menyelam ke dasar laut untuk mendapatkan mutiara buat kekasih yang terkasih diantara kasih atau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang diharapkan yaitu yaitu terwujudnya karakter, mengacu pada profil pelajar Pancasila yaitu beriman bertakwa dan berakhlak mulia, mandiri, berpikir kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan global. Karakter tersebut seiring dengan kompetensi yang dibutuhkan di abad 21 yang dikenal dengan 4c yaitu kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif”. Dan merupakan akronim dari, “Satu Jam literasi, nuMerasI setiap hari selaSA, RAbu dan KAmis Generasi Z”. (nsir)